Breaking News

Inilah Kasus-Kasus Properti Yang Menghebohkan Di Indonesia

Lihat masalah property sampai kini, bila kita mengumpulkan, pasti banyak permasalahan yang ada antar beberapa faksi di dunia property. Seolah jadi agenda, banyak masalah berlangsung di tiap tahunnya. Pada tahun 2017 masalah yang menyertakan pengembang property dengan customer tempati tempat ke-3 jadi yang paling besar di dunia property. Biasanya masalah ini dikarenakan pembangunan yang tidak jelas dan ramainya masalah suap menyogok.

Jadi deskripsi masalah di dunia property yang berlangsung di antara pengembang serta customer, Spacestock coba meringkas 10 masalah paling besar di dunia property di Indonesia:

1. Masalah Apartemen K2 Park

Apartemen K2 Park di Serpong, Banten dituntut oleh beberapa konsumennya. Ini sebab pada tahun 2018 apartemen ini belum dibuat, walau sebenarnya konsumen telah membayar lunas. Pengembang K2 Park, PT Prioritas Land Indonesia (PLI) pada saat itu akui akan memiliki komitmen mengakhiri pembangunan.

Terhambatnya pembangunan gedung apartemen ini karena disebabkan kekurangan dana. Nilai kerja sama yang dipunyai awalannya cuma cukup untuk membuat dasar serta ruangan bawah tanah. Beberapa customer juga tuntut supaya uang mereka dikembalikan.

Di akhir tahun 2018, project K2 park pada akhirnya mendapatkan suntikan dana dari Nantong Double Great Grup (NDGG) asal China. Dengan akuisisi ini, pembangunan apartemen pada akhirnya bisa diteruskan.

Project pembangunan apartemen K2 park sekarang beralih nama jadi Double Great Residence (DGR). Apartemen ini akan terbagi dalam enam tower, dimana tiga tower akan dituntaskan terlebih dulu supaya bisa diserahterimakan.

2. Masalah Meikarta

Beberapa waktu paling akhir, pembangunan Meikarta jadi tema yang cukup hangat dibahas. Meikarta adalah project kota terencana yang dibuat oleh PT Lippo Karawaci Tbk di wilayah Cikarang, Bekasi.

Project ini mengarah golongan menengah ke bawah. Dengan tempat yang cukup strategis, harga yang benar-benar murah, dan pemasaran yang ramai, warga banyak yang tertarik untuk beli property di Meikarta.

Tetapi, rupanya pembangunan Meikarta banyak mempunyai permasalahan hingga pembangunan ini tidak segera usai. Ditambahkan terdapatnya sangkaan masalah suap berkaitan perizinan pembangunan project Meikarta ini.
KPK sampai sekarang masih mengecek serta mengolah beberapa orang yang disangka terjebak, terhitung orang dari faksi Lippo Grup serta petinggi Kabupaten Bekasi.

3. Masalah Acho serta Apartemen Green Pramuka

Stand-up comedian atau komika Mukhadly MT atau lebih diketahui dengan nama Acho beli satu unit di Apartemen Green Pramuka pada tahun 2013. Di tahun 2015, dia mengemukakan masukan tentang pengendalian serta sarana apartemen di website pribadinya.

Dalam kritiknya, Acho mengemukakan jika dia sedih sebab belum terima sertifikat pemilikan. Dia mengemukakan keberatannya akan iuran parkir per bulan dan tempat parkir yang berdebu, sempit, serta akses dari parkir ke lobi yang susah. Diluar itu, banyak ongkos penambahan yang perlu dia bayar walau sebenarnya dia tidak memperoleh sarana yang sepadan.

Acho diputuskan jadi terduga atas masalah pencemaran nama baik. Selanjutnya Acho serta faksi Apartemen Green Pramuka putuskan untuk berdamai sesudah lewat perantaraan.

4. Masalah Apartemen LA City

Masalah pembangunan apartemen yang tidak segera usai memanglah bukan hal yang jarang ada di Indonesia. Pembangunan Apartemen LA City di Lenteng Agung adalah diantaranya. Pembangunan apartemen ini tidak segera usai, walau sebenarnya customer banyak yang teratur membayar angsuran.

Dalam sidang penangguhan keharusan pembayaran utang (PKPU) tahun 2018, PT Spekta Property Indonesia sebagai pengembang dikasih waktu perpanjangan sepanjang 60 hari.

Ini didasarkan dari 97 % customer yang menyepakati terdapatnya waktu perpanjangan. Pada Januari 2019, diselenggarakan sidang kembali serta pengembang dikasih waktu sampai 25 Februari 2019.
Waktu perpanjangan ini karena terdapatnya investor baru, PT Bayu Cemerlang Realty serta PT Wisma Fasilitas Tehnik yang masih memakan waktu untuk ajukan proposal perdamaian.

5. Masalah M-Icon Yogyakarta

Masalah M-Icon ini berlangsung di antara pengembang apartemen M-Icon di Sleman, Yogyakarta, PT Majestic Land serta konsumennya. PT Majestic Land disangka lakukan penipuan pada customer berkaitan investasi serta pembelian unit apartemen M-Icon.

Majestic Land sebetulnya mempunyai situs tertentu tentang pembangunan M-Icon. Tetapi situs ini cuma berisi deskripsi perancangan project. Tidak ada keterangan tentang gagasan atau perkembangan pembangunan. Di tempat project pun tidak ada alat berat atau kegiatan lain yang terkait dengan pembangunan gedung.

Mengakibatkan, beberapa konsumen serta investor banyak mendatangi kantor pemasaran Majestic Land untuk tuntut ubah rugi.

6. Masalah Kemanggisan Residence

Masalah pada rumah susun Kemanggisan Residence bermula dari pengembangnya, PT Partner Safir Sejahtera yang dikatakan bangkrut. Tetapi pengembang cuma membayarkan uang pergantian sebesar 15 % pada customer yang telah membayar.

Beberapa customer bahkan juga telah mengontak Gubernur DKI Jakarta pada saat itu, yaitu Joko Widodo atau Jokowi. Tetapi pertemuan di antara customer serta pengembang tidak segera diselenggarakan. Beberapa customer ini membuat demonstrasi di muka ruang Kemanggisan Residence pada Februari 2014.

Project ini oleh kurator pada akhirnya di jual ke PT Berlian Makmur Property. Perusahaan ini akan meneruskan pemasaran serta pembangunan yang saat itu telah usai 60 %.

No comments